Tampilkan postingan dengan label HIDAYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIDAYAH. Tampilkan semua postingan

Jadi Mualaf, Model Playboy Ini Kini Berhijab

By // Tidak ada komentar:

Jadi Mualaf, Model Playboy Ini Kini Berhijab

Ditengah semaraknya umat Islam menjalankan serangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan, sebuah kabar cukup menggemparkan datang dari negeri tetangga, Malaysia. Seorang wanita mantan model majalah Playboy, dilaporkan baru saja resmi memeluk agama Islam dan yang juga menjadi perhatian, kini model tersebut memilih untuk berhijab.

model play boy mualaf

Dilansir dari Mirror, model bernama Felixia Yeap tersebut masuk Islam sejak beberapa waktu lalu. Ia sendiri baru mengumumkan secara luas kepada publik lewat akun Facebooknya dan mengatakan bahwa ia merasa telah ‘terlahir kembali’.
“Aku berharap orang-orang akan mendoakanku untuk tetap teguh dan berkomitmen dalam perjalanan baruku sebagai seorang muslim. Hanya Tuhan yang bisa membalas semua doa kalian,” tutur model Playboy pertama di Malaysia tersebut.
Yeap yang memulai karirnya sebagai model majalah pria dewasa sejak 2008 tersebut sebelumnya diketahui sudah mulai belajar tentang Islam dan menggunakan hijab pada Desember 2013. Di mana saat itu, ia baru saja memutuskan untuk berhenti menjadi model Playboy Macau Club.
Saat ini, Yeap sendiri diketahui masih menjalani dunia modelling dengan konsep yang lebih Islami dan lebih menutup aurat dengan hijab-hijabnya. Di saat yang bersamaan, ia pun menolak bahwa keputusannya tersebut adalah sebuah langkah untuk meraih simpati publik dan ketenaran semata.
“Aku merasa diriku lebih berharga dengan tidak memamerkannya kepada orang banyak. Aku pun tidak merasa bangga dengan perhatian yang diberikan oleh para model yang hanya mencari ketenaran semata, atau menjadikan aku sebagai idola mereka. Aku melakukan ini semata-mata hanya untuk menjadi seorang muslim yang taat,” jelasnya seperti dikutip dari Malaysian Star.

Ka’bah Menggetarkan Hati Ratusan Pekerja Cina

By // Tidak ada komentar:
Pekerja rel kereta api asal Cina yang menjadi mualaf di Arab Saudi (Arab News)

dakwatuna.com – Mekah. Hidayat bisa datang dari cara yang tak pernah diduga. Mungkin itu pula yang dialami ratusan pekerja Cina di Arab Saudi yang kemudian memilih Islam sebagai agamanya yang baru.
Setelah melihat Ka’bah dari televisi, tiba-tiba hati mereka bergetar. Pintu hidayah seakan terbuka. Dan Allah SWT pun melapangkan jalan mereka untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Lebih dari 600 pekerja asal Cina berpaling menjadi Muslim setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Arab Saudi.
Mereka adalah bagian dari 4.600 warga Cina yang sedang mengerjakan proyek rel kereta api yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Rel kereta itu nantinya akan melalui Jeddah dan Khum. Peristiwa yang sempat menghebohkan itu terjadi tahun lalu.
Awalnya, kedatangan ribuan pekerja Cina itu sempat dipertanyakan warga Arab Saudi. Pasalnya dari 4.600 pekerja itu hanya 370 orang yang Muslim. Warga meminta agar pemerintah mempekerjakan buruh Cina yang beragama Islam. Namun Allah mempunyai rencana lain dengan kedatangan para pekerja itu.
Kedatangan ke Arab Saudi ternyata membuka peluang bagi mereka untuk melihat Islam langsung dari tanah tempat agama ini diturunkan. Seperti yang dikatakan seorang pekerja yang telah menjadi Mualaf. Pekerja yang telah mengganti namanya menjadi Hamza (42) ini mengaku tertarik pada Islam setelah melihat Ka’bah untuk kali pertama di televisi Saudi. ”Ini menggetarkan saya. Saya menyaksikan siaran langsung sholat dari Masjidil Haram dan umat Islam yang sedang berjalan memutari Ka’bah (tawaf),” katanya.
”Saya bertanya ke teman yang Muslim tentang semua hal ini. Dia kemudian mengantarkan saya ke Kantor Bimbingan Asing yang ada di perusahaan, di mana saya memiliki kesempatan untuk belajar tentang berbagai aspek mengenai Islam,” tuturnya. Kini Hamza merasa lebih bahagia dan lebih santai setelah menjadi seorang Muslim.
Pekerja lainnya, Ibrahim (51), mengalami peristiwa yang hampir serupa pada September tahun lalu. Dia yang bekerja di bagian pemeliharaan perusahaan negara, Kereta Api Cina, menjadi seorang Muslim usai melihat Ka’bah. ”Meskipun kami berada di Cina, kami tidak memiliki kesempatan untuk belajar tentang Islam. Ketika saya mencapai Mekah, saya sangat terkesan oleh perilaku banyak warganya. Perlakuan yang sama bagi orang Muslim dan non-Muslim memiliki dampak besar pada saya,” tambahnya.
Sementara, Abdullah Al-Baligh (51), terinspirasi untuk memeluk Islam setelah melihat perubahan positif dari rekan-rekannya yang lebih dulu menjadi mualaf. ”Enam bulan setelah saya tiba di Makkah, saya melihat bahwa rekan saya, yang sudah menjadi Muslim, telah benar-benar berubah. Tingkah lakunya patut dicontoh. Saya menyadari bahwa Islam adalah kekuatan penuntun di balik perubahan tersebut,” ujarnya.
”Ketika saya bertanya padanya, ia mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu tentang agama ini selama di Cina. Sekarang, ia memiliki pemahaman yang tepat tentang Islam dan ingin menjadi lebih teladan.”
Begitu pula dengan Younus. Pekerja asal Cina ini baru mempelajari Islam ketika berada di Makkah. ”Islam di Cina begitu kurang. Aku baru mengetahui Islam setelah datang ke Saudi,” ujarnya. (Budi Raharjo/Arab News/RoL)
Redaktur: Hendra

Ini Motivasi Masyarakat Barat Menjadi Muslim

By // Tidak ada komentar:
Mualaf (ilustrasi)
Ini Motivasi Masyarakat Barat Menjadi Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari banyak wawancara yang dilakukan televisi Amerika, Eropa maupun Timur Tengah terhadap mereka yang masuk Islam (mualaf) atau video-video blog yang banyak menjelaskan motivasi para new converters ini masuk Islam, menggambarkan konfigurasi latar belakang yang beragam.
Pertama, karena kehidupan mereka yang sebelumnya sekuler, tidak terarah, tidak punya tujuan, hidup hanya money, music and fun. Pola hidup itu menciptakan kegersangan dan kegelisahan jiwa. Mereka merasakan kekacauan hidup, tidak seperti pada orang-orang Muslim yang mereka kenal.
Dalam hingar bingar dunia modern dan fasilitas materi yang melimpah banyak dari mereka yang merasakan kehampaan dan ketidakbahagiaan. Ketika menemukan Islam dari membaca Alquran, dari buku atau kehidupan teman Muslimnya yang sehari-harinya taat beragama, dengan mudah saja mereka masuk Islam.
Kedua, merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya dalam agama sebelumnya . Dalam Islam mereka merasakan hubungan dengan Tuhan itu langsung dan dekat.

Demikian juga yang dirasakan oleh Idris Taufik, mantan pastur Katolik di London, ketika diwawancara televisi Al-Jazirah. Mantan pastur ini melihat dan merasakan ketenangan batin dalam Islam yang tidak pernah dirasakan sebelumnya ketika ia menjadi pastur di London. Ia masuk Islam setelah melancong ke Mesir.
Ia kaget melihat orang-orang Islam tidak seperti yang diberitakan di televisi-televisi Barat. Ia mengaku, sebelumnya hanya mengetahui Islam dari media. Ia sering meneteskan air mata ketika menyaksikan kaum Muslim shalat dan kini ia merasakan kebahagiaan setelah menjadi Muslim di London.
Ketiga, menemukan kebenaran yang dicarinya. Beberapa mualaf mengakui konsep-konsep ajaran Islam lebih rasional atau lebih masuk akal seperti tentang keesaan Tuhan, kemurnian kitab suci, kebangkitan (resurrection) dan penghapusan dosa (salvation).
Keempat, banyak kaum perempuan Amerika Muslim berkesimpulan ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai perempuan. Dengan kata lain, perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati. Walaupun mereka tidak setuju dengan poligami, mereka melihat posisi perempuan sangat dihormati dalam Islam daripada dalam peradaban Barat modern.
Seorang mualaf perempuan Amerika bernama Tania, merasa hidupnya kacau dan tidak terarah jutsru dalam kebebasannya di Amerika. Ia bisa melakukan apa saja yang dia mau untuk kesenangan, tapi ia rasakan malah merugikan dan merendahkan perempuan.
Setelah mempelajari Islam, awalnya merasa minder. Setelah tahu bagaimana Islam memperlakukan perempuan, ia malah berkata “women in Islam is so honored. This is a nice religion not for people like me!” katanya. Dia masuk Islam setelah mempelajarinya beberapa bulan dari teman Muslimnya.
Perkembangan Islam di dunia Barat sesungguhnya lebih prospektif karena mereka terbiasa berfikir terbuka. Dalam keluarga Amerika, pemilihan agama dilakukan secara bebas dan independen. Banyak orang tua mendukung anaknya menjadi Muslim selama itu adalah pilihan bebasnya dan independen.
Mereka mudah saja masuk Islam ketika menemukan kebenaran disitu. Angela Collin menjadi Muslim dengan dukungan kedua orang tua. Ketika diwawancarai televisi NBC, orang tuanya justru merasa bangga karena Angela adalah seorang independent person.
Nancy seorang remaja 15 tahun, masuk Islam setelah bergaul dekat temannya keluarga Pakistan dan keluarganya tidak mempermasalahkan walaupun telah lama hidup dalam tradisi Kristen.

Penulis:
Steven Indra Wibowo
Penggiat dakwah dan Pendiri Mualaf Center Indonesia

Allahuakbar.. Kapolda Bali Masuk Islam

By // Tidak ada komentar:
Albertus Julius Benny Mokalu (tengah)
Alhamdulillah, Kapolda Bali jadi Muallaf, Allahuakbar...

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Irjen Pol Drs Albertus Julius Benny Mokalu, yang kini menjabat sebagai Kapolda Bali, berikrar memeluk Islam, Jumat (7/11). Proses pengislaman berlangsung di kediamannya di Denpasar, Bali, dibimbing seorang ulama asal Bengkulu, Habib Abdurrahman.

Jenderal polisi berbintang dua itu memeluk Islam disaksikan sejumlah tokoh dan sejumlah pejabat teras Polda Bali. "Ini soal keyakinan dan pilihan hati. Ini masalah yang sangat pribadi," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto.

Menjawab Republika, Ahad (9/11), Hery menjelaskan, Benny Mokalu, lahir di Kupang, NTT, 22 Juli 1959. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Bali 16 September 2013, Benny menjabat sebagai Kapolda Bengkulu.

Salah seorang penasihat MUI Bali, Roichan Muchlis mengatakan, juga mendengar peristiwa berislamnya Benny Mokalu. Menurut dia, peristiwa seseorang masuk Islam, dalam keyakinan agama Islam dipandang sebagai hidayah dari Allah dan dalam hal itu, hanya sedikit peran yang bersangkutan.

Dikatakan Roichan, Allah memberi manusia kebebasan untuk memilih dan keputusan akhirnya adalah sebagaimana kehendak Allah. Dalam sejarah Islam kata jelas Roichan, dikenal beberapa nama yang merupakan  paman Nabi Muhammad. "Namun hingga akhir hayat mereka tidak mendapatkan hidayah," katanya.

Arsip Blog