Tampilkan postingan dengan label KEMENANGAN ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEMENANGAN ISLAM. Tampilkan semua postingan

Penemu Bilangan Angka Adalah Ulama dan Professor Islam

By // Tidak ada komentar:
Tahukah anda penemu angka2 yg selama ini kita gunakan berhitung?

 

 Dialah Abu Abdillah Muhammad bin musa Al Khawarizmi (164— 235 H) yg lebih dikenal dgn Al Khawarizmi, ilmuan matematika dan Geografi muslim pertama yg menemukan angka 0,1,2,3 dst.

Tahukah anda alasan mengapa ia menuliskan angka-angka itu dengan simbol2 yg kita kenal hari ini?

Hal itu hanya untuk menunjukkan jumlah sudut yg terdapat pada setiap simbol itu, maka angka satu ditulis dgn simbol (1) karena memiliki satu sudut yg terdapat di ujung atasnya, dan demikian seterusnya pada simbol2 angka yg lainnya.

Subhanallah betapa besar jasa kaum Muslimin dalam kemajuan ilmu matematika yg dirasakan oleh semua bangsa hingga hari ini.


Jadi sebagai umat Islam kita harus bangga dengan para ulama dan cendekiawan muslim, barat telah mengambil alih penemuan ulama kita, saatnya kita bangkit untuk merebut kembali kejayaan kita, bersatulah wahai kaum muslim, hilangkan perbedaan  sedikit pendapat, kita masih satu Tuhan, Tuhan Allah swt, satu Nabi, Nabi Muhammad saw dan satu kitab suci, Alquran..

Allahuakbar...

sumber : https://www.facebook.com/fadeelbasayev

Tulisan Salim A. Fillah Ini Menyentak Nurani Muslim Indonesia

By // Tidak ada komentar:

Tulisan Salim A. Fillah Ini Menyentak Nurani Muslim Indonesia

DnaIslam - Sebuah tulisan yang menyentak nurani umat Islam Indonesia menyebar melalui broadcast sosial media Blackberry Messenger dan WhatsApp. Tulisan yang ditulis oleh Salim A. Fillah, Ustadz muda dan penulis buku-buku Islam ini, menuturkan apa yang disampaikan oleh seorang Ulama Palestina, Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah tentang Peradaban Islam yang silih berganti dipimpin dari bangsa satu ke bangsa yang lain. Hingga menceritakan siapa kelak yang akan memimpin peradaban Islam selanjutnya dan membebaskan Al-Aqsha. Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina itu, seperti disebut Salim, menyitir hadist RasululLah bahwa pemimpin peradaban itu berasal dari Timur.
Berikut tulisan lengkap yang dikutip Islamedia.co setelah konfirmasi langsung dari penulisnya melalui media sosial WhatsApp 4 Nopember 2014:
Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"

Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."

"Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka."

"Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah 'Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak 'Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia."

"Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya."

"Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk."

"Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; 'Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih."

"Ketika Daulah 'Aliyah 'Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini."

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. "Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek", katanya sedikit tertawa, "Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini."

"Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para 'Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah 'Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah 'Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke", ujar beliau terkekeh.

"Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam."

"Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah."

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami..

Ustadz Salim A. Fillah

Inilah Kenyataan Al Ikhwanul Muslimun Yang Tidak Kita Ketahui

By // Tidak ada komentar:
 Inilah Kenyataan Al Ikhwanul Muslimun Yang Tidak Kita Ketahui

Penyiar dan wartawan Jamal Royyan (Host TV AlJazeera) menulis:
"Kenyataan yang tidak diketahui dan di pungkiri oleh kebanyakan orang"

Kudeta militer di Mesir di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Kudeta militer di Libiya di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Pembantaian syiah terhadap warga sipil di Syiria di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Pembantaian Zionis Israel terhadap warga Gaza di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Kerusakan dan kedzoliman pemerintah Yaman terhadap rakyatnya di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Pembantaian massal terhadap umat islam di Afrika di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Adanya usaha untuk merubah identitas umat islam di negara teluk di hadapi langsung oleh Al Ikhwanul Muslimun

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan memimpin negara maka lihatlah Turki

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan bertempur di medan perang lihatlah Hamas

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan bersabar demi membela tanah air mereka maka lihatlah Mesir

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan berkorban dan memilih mengalah demi tanah air mereka maka lihatlah Tunis

Barangsiapa yang ingin mengetahui bagaimana Al Ikhwan melakukan semuanya itu maka lihatlah Yaman

Benar! Al Ikhwanul Muslimun sudah, akan dan selalu (dengan izin Allah) mempertahankan kebenaran dan berjuang untuk menolong orang yang terdzolimi dan berhadapan langsung dengan para pendzolim

اللهم بارك في الإخوان المسلمون وانصرهم على من عاداهم

Ya Allah..berkahilah Al Ikhwanul Muslimun dan tolonglah mereka dari orang-orang yang memusuhi mereka

Wahai orang-orang yang meragukan Al Ikhwan, Turki yang di pimpin oleh orang orang yang berfikroh Al Ikhwan adalah negara Eropa pertama yang hasil pertaniannya 63 milyar USD.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki telah menggeratiskan biaya pendidikan mulai tingkat TK sampai S3 baik untuk warga Turki ataupun warga asing.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, para mahasiswa dan dosen-dosen mereka di Turki sudah mampu membuat mobil listrik yang mampu melaju sejauh 5 ribu kilo meter hanya dengan harga 35 dollar.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki pada masa pemerintahan Erdogan telah meletakkan seluruh warga Turki dibawah payung asuransi kesehatan dan telah membangun 509 rumah sakit baru.

Sedangkan kalian, Apa yg sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki pada masa pemerintahan Erdogan telah menaikan gaji guru sebesar 300 %.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian naikan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Ikhwan, Turki berjanji akan membuat 3 proyek gila, yang mereka beri nama proyek abad ini, yaitu membuat terowongan di bawah laut, kanal laut, jembatan gantung, bandara ketiga.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki telah membuka lapangan pekerjaan untuk jutaan warganya ketika negara-negara eropa beramai-ramai mem PHK 6 juta warganya.

Sedangkan kalian, apa yang sudah kalian lakukan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Al Ikhwan, Turki telah menghubungkan benua eropa dan asia melalui terowongan bawah laut untuk mewujudkan mimpi besar kekhalifahan Turki Utsmani generasi pertama.

Apa yang sudah kalian wujudkan?

Wahai orang-orang yang masih meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat tank baja.

Apa yang sudah kalian buat?

Wahai orang-orang yang meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat satelit canggih.

Apa yang sudah kalian buat?

Wahai orang-orang yang meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat Kapal perang jenis Melligem.

Apa yang sudah kalian buat?

Wahai orang-orang yang meragukan Ikhwan, Turki telah mampu membuat Pesawat tempur melebihi kehebatan pesawat Apache.

Apa yang sudah kalian buat?


*sumber: https://www.facebook.com/Sayyid.Quthb.Elfawaz/posts/10152877789942767?pnref=story

Ka’bah Menggetarkan Hati Ratusan Pekerja Cina

By // Tidak ada komentar:
Pekerja rel kereta api asal Cina yang menjadi mualaf di Arab Saudi (Arab News)

dakwatuna.com – Mekah. Hidayat bisa datang dari cara yang tak pernah diduga. Mungkin itu pula yang dialami ratusan pekerja Cina di Arab Saudi yang kemudian memilih Islam sebagai agamanya yang baru.
Setelah melihat Ka’bah dari televisi, tiba-tiba hati mereka bergetar. Pintu hidayah seakan terbuka. Dan Allah SWT pun melapangkan jalan mereka untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Lebih dari 600 pekerja asal Cina berpaling menjadi Muslim setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Arab Saudi.
Mereka adalah bagian dari 4.600 warga Cina yang sedang mengerjakan proyek rel kereta api yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Rel kereta itu nantinya akan melalui Jeddah dan Khum. Peristiwa yang sempat menghebohkan itu terjadi tahun lalu.
Awalnya, kedatangan ribuan pekerja Cina itu sempat dipertanyakan warga Arab Saudi. Pasalnya dari 4.600 pekerja itu hanya 370 orang yang Muslim. Warga meminta agar pemerintah mempekerjakan buruh Cina yang beragama Islam. Namun Allah mempunyai rencana lain dengan kedatangan para pekerja itu.
Kedatangan ke Arab Saudi ternyata membuka peluang bagi mereka untuk melihat Islam langsung dari tanah tempat agama ini diturunkan. Seperti yang dikatakan seorang pekerja yang telah menjadi Mualaf. Pekerja yang telah mengganti namanya menjadi Hamza (42) ini mengaku tertarik pada Islam setelah melihat Ka’bah untuk kali pertama di televisi Saudi. ”Ini menggetarkan saya. Saya menyaksikan siaran langsung sholat dari Masjidil Haram dan umat Islam yang sedang berjalan memutari Ka’bah (tawaf),” katanya.
”Saya bertanya ke teman yang Muslim tentang semua hal ini. Dia kemudian mengantarkan saya ke Kantor Bimbingan Asing yang ada di perusahaan, di mana saya memiliki kesempatan untuk belajar tentang berbagai aspek mengenai Islam,” tuturnya. Kini Hamza merasa lebih bahagia dan lebih santai setelah menjadi seorang Muslim.
Pekerja lainnya, Ibrahim (51), mengalami peristiwa yang hampir serupa pada September tahun lalu. Dia yang bekerja di bagian pemeliharaan perusahaan negara, Kereta Api Cina, menjadi seorang Muslim usai melihat Ka’bah. ”Meskipun kami berada di Cina, kami tidak memiliki kesempatan untuk belajar tentang Islam. Ketika saya mencapai Mekah, saya sangat terkesan oleh perilaku banyak warganya. Perlakuan yang sama bagi orang Muslim dan non-Muslim memiliki dampak besar pada saya,” tambahnya.
Sementara, Abdullah Al-Baligh (51), terinspirasi untuk memeluk Islam setelah melihat perubahan positif dari rekan-rekannya yang lebih dulu menjadi mualaf. ”Enam bulan setelah saya tiba di Makkah, saya melihat bahwa rekan saya, yang sudah menjadi Muslim, telah benar-benar berubah. Tingkah lakunya patut dicontoh. Saya menyadari bahwa Islam adalah kekuatan penuntun di balik perubahan tersebut,” ujarnya.
”Ketika saya bertanya padanya, ia mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu tentang agama ini selama di Cina. Sekarang, ia memiliki pemahaman yang tepat tentang Islam dan ingin menjadi lebih teladan.”
Begitu pula dengan Younus. Pekerja asal Cina ini baru mempelajari Islam ketika berada di Makkah. ”Islam di Cina begitu kurang. Aku baru mengetahui Islam setelah datang ke Saudi,” ujarnya. (Budi Raharjo/Arab News/RoL)
Redaktur: Hendra

Kisah Nyata : Pastur yang Sangat Benci Islam Ini Akhirnya Memeluk Islam

By // Tidak ada komentar:

Kisah Nyata : Pastur yang Sangat Benci Islam Ini Akhirnya Memeluk Islam

dnaIslam -  Steven Indra Widjaja betul-betul tak menyangka kebenciannya yang mendalam terhadap Islam, justru mengantarkan dia secara perlahan jatuh di pelukan agama tauhid ini.

Sejak kecil, kedua orang tuanya sudah menyemai benih kebencian terhadap Islam pada diri pria kelahiran Jakarta 14 Juli 1981 ini.

Di usianya yang baru menginjak tahun kelima, Steven mulai banyak berbuat onar. Ia sengaja menyimpan tulang babi di atas makanan pembantunya yang beragama Islam. Tak hanya itu, Steven kecil ingin sekali menaruh sesuatu di atas kepala orang muslim yang tengah sujud sewaktu mereka shalat, bahkan menendangnya.

“Saya dulu benci banget sama Islam. Ya, pokoknya benci saja melihat orang Islam. Itu yang ada di kepala saya waktu itu. Pokoknya saya jahat banget,” kenang Steven.

Oey Ing Sing Sing, ayah steven, adalah penganut Kristen Protestan. Selain menjadi aktivis di GKI (Geraja Kristen Indonesia) dan gereja Bethel di Muara Karang Jakarta Utara, ia juga pebisnis di Century 21 dan Jawa Barat Indah. Ia banyak mencari dana di luar negeri untuk pembangunan gereja-gereja di Indonesia.

Meski demikian, Steven malah dipersiapkan sebagai bruder (penyebar ajaran Kristen katolik) oleh ayahnya. Selain karena dorongan dari sang nenek, Steven juga dipersiapkan sebagai penganut katolik generasi ketiga dari kakek ibu dia.

“Saya katolik, nenek saya katolik, Oom saya yang di Amerika dan di Surabaya juga Katolik. Yang lainnya protestan. Memang, kita agak campur juga di rumah,” ungkap Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga) ini.

Untuk mempersiapkan sebagai Bruder generasi ketiga, Steven diasramakan oleh ayahnya di Pangudi Luhur Ambarawa, Jawa Tengah. Pendidikan ini ia jalani sampai tingkat SMA. Karena untuk menjadi bruder minimal harus memiliki ijazah Diploma III (D3), selepas menamatkan pendidikannya di SMA Don Bosco tahun 1997, Steven didaftarkan ke sekolah tinggi Saint Michael’s College, di Worcestershire, Inggris.

Spesialis Islamologi diambilnya pada mata pelajaran agama, karena ia ingin sekali menghancurkan umat Islam melalui ajarannya. Ia mempelajari hadits dan riwayatnya untuk mencari celah agar orang muslim percaya bahwa apa yang diajarkan dalam agama mereka itu tidak benar.

Bahkan untuk mengemban tugas sebagai seorang penginjil, Steven harus melakoni proses disumpah tidak boleh menikah dan harus mengabdi seluruh hidupnya untuk Tuhan. Di sekolah ini Steven menjalaninya selama 2,5 tahun. Setelah selesai, Steven kembali pulang ke Indonesia sebagai seorang penginjil.

Namun seiring dengan aktifitasnya sebagai penginjil, timbul keraguan dalam diri Steven atas apa yang ia pelajari selama ini. Apa yang ia pelajarinya bertolak belakang dengan buku-buku Islam yang ia temui di toko-toko buku.

Suatu hari, sewaktu mendatangi salah satu toko buku di Jakarta, Steven menemukan buku karangan Imam Ghazali, tentang hadits dan periwayatannya. Buku yang mengulas hadist dan sejarah periwayatannya itu cukup menarik perhatian Steven. Ternyata banyak referensi dan penjelasan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Awal dari sinilah Steven mulai mengetahui bahwa hadist-hadits yang selama ini dipelajarinya di Saint Michael’s College ternyata tidak diakui oleh umat Islam sendiri. Hadits-hadits yang dipelajarinya tersebut ternyata palsu. Dari sana kemudian Steven mulai mencari hadits-hadits yang sahih.

Keinginan Steven untuk mempelajari ajaran Islam tak hanya sampai di situ. Di sela-sela tugasnya sebagai seorang penganut Katolik, diam-diam Steven mulai mempelajari gerakan shalat.

Kegiatan mengamati orang yang shalat itu ia lakukan selepas menjalankan ritual ibadah Minggu di gereja Katedral, Jakarta. Tak ada yang mengetahui kegiatannya itu, kecuali seorang adik laki-lakinya. Namun, sang adik diam saja atas perilakunya itu.

“Ketika waktu shalat Dzuhur datang dan adzan berkumandang dari Masjid Istiqlal, kalung salib saya masukkan ke dalam baju, sepatu saya lepas dan titipkan. Kemudian, saya pinjam sandal tukang sapu kebun di Katedral. Setelah habis shalat, saya balik lagi mengenakan kalung salib dan kembali ke Katedral," papar lulusan Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.

Aktivitasnya di mata sang adik itu, ia lakoni selama dua bulan. Dan, berkat kerja sama sang adik pula, tindakan yang ia lakukan tersebut tidak sampai ketahuan oleh ayahnya. Dari situ, lanjut Steven, ia baru sebatas mengetahui orang Islam itu shalat empat rakaat dan selama shalat diam semua.

Tahap berikutnya Steven mulai belajar shalat Maghrib di sebuah masjid di daerah Muara Karang, Jakarta Utara. Ketika itu, ia beserta keluarganya tinggal di wilayah tersebut.

"Dari situ, saya mulai mengetahui ternyata ada juga shalat yang bacaannya keras. Kemudian, saya mulai mempelajari shalat-shalat apa saja yang bacaannya dikeraskan dan tidak," tutur Steven.
Usai belajar shalat dzuhur dan maghrib, ia melanjutkan ke shalat Isya, Subuh, lalu Ashar.

Kesemua gerakan dan bacaan shalat lima waktu tersebut ia pelajari dengan mengikuti apa yang dilakukan jama'ah shalat. Sampai tata cara berwudhu pun, menurut penuturannya, ia pelajari dan hafal dengan menirukan apa yang dilakukan oleh para jama'ah shalat.

"Saya lihat orang berwudhu, ingat-ingat gerakannya, baru setelah sepi, saya mempraktikkannya,” ujarnya.
Alhamdulillah, dalam waktu seminggu Steven sudah hafal gerakan berwudhu. Begitu juga, dengan gerakan shalat dan bacaannya. Steven melihat gerakan imam dan mendengar bacaannya sambil berusaha mengingat dan menghafalkan.

“Habis shalat itu adem. Ada bahasan kultum tentang apa yang tadi dibaca. Itu punya nilai lebih. Tak sekedar nyanyi, makan, dan tertawa seperti yang saya lakukan di gereja. Islam itu lebih disiplin. Kalau Adzan bunyi, langsung datang ke masjid,” tambah pria yang saat ini tengah mendalami musthalah hadits melalui beberapa guru besar ahli hadits.

Setelah merasa mantap, Steven pun memutuskan untuk masuk Islam dengan dibantu oleh seorang teman bisnisnya bernama Harry, di Serang, Banten. Dihadapan Harry dan 4 orang temannya berikut salah seorang Ustadz, Steven mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian Steven pun menggunakan nama Indra Wibowo ash-Shiddiqi. Peristiwa itu terjadi sebelum datangnya bulan Ramadhan di tahun 2000.

Ke-Islamannya itu baru diketahui oleh kedua orangtuanya setelah ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta, saat hendak mengambil pakaian. Kabar ini diketahui dari rekan-rekan bisnis sang ayah yang tengah mengerjakan proyek pembangunan resort di wilayah Muara Karang dan Pluit.

“Makanya papa punya banyak kenalan dan teman. Dan mungkin orang-orang itu sering melihat saya datang ke masjid dan mengenakan peci, makanya dilaporkan ke papa,” ungkapnya.

Ayahnya pun memutuskan untuk mengirim orang untuk memata-matai setiap aktivitas Indra sehari-hari. Setelah ada bukti nyata, ia kemudian dipanggil, lalu disidang oleh ayahnya.

Di hadapan ayahnya, Steven mengatakan bahwa selama menjalani pendidikan calon bruder, dirinya mendapatkan kenyataan pahit. Pastur yang selama ini ia hormati, ternyata melakukan perbuatan asusila terhadap para suster. Demikian pula para frater yang menghamili siswinya, serta para bruder yang menjadi homo.

Seakan tidak terima dengan penjelasan sang anak, ayahnya pun menampar Indra hingga kepalanya terbentur ke kaca. Beruntung, saat kejadian sang ibu langsung membawa Indra ke Rumah Sakit Atmajaya. Tujuh jahitan menghias dahinya saat itu. Kendati demikian, sang ibu tetap tidak bisa menerima keputusan Steven.
Bahkan, oleh ayahnya, Indra kemudian diusir, setelah dipaksa menandatangani surat pernyataan di hadapan notaris, mengenai pelepasan haknya sebagai salah satu pewaris dalam keluarga.

"Saya tidak boleh menerima semua fasilitas keluarga yang menjadi hak saya," ujarnya. Meski hidup dengan penuh cobaan, ungkap Indra, masih ada Allah SWT yang menyayanginya dan membukakan pintu rezeki untuk dia.

Biodata
Nama : Indra Wibowo Ash Shidiqi
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 14 Juli 1981
Masuk Islam : 2000

FB: https://www.facebook.com/steven.indra.wibowo
Pendidikan Akhir : Sarjana (S1) Komunikasi Universitas Padjadjaran
Aktivitas :
- Sekretaris I Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)
- Direktur Operasional Mustika (Muslim Tionghoa dan Keluarga)
- Pengurus Mualaf Center Online http://www.mualaf.com


Dikutip dari Tabloid Alhikmah edisi 39 dan www.penayasin.com/

Arsip Blog